Saturday, November 21, 2015

Durham Lumiere Festival [3]

Melihat Sebagian Durham

Siang itu rencananya, selepas shalat zuhur, kami akan jalan - jalan ke kampus Durham, lalu ke City Centre, dan akhirnya menanti Lumiere Festival dimulai. Venue inti dari Lumiere Festival adalah di Durham Catherdal. Untuk masuk ke sana, pengunjung butuh tiket yang dipesan online via evenbright.co.uk. Tapi, pengujung yang belum punya tiket juga bisa masuk setelah jam 19.30. 

The Marvels China, Museum in Durham University's Campus.
Taken by Okky using Samsung NX500.
Tujuan pertama kami adalah ke Oriental Museum yang letaknya di area Durham University. Dari rumah Mbak Dita, kami jalan kaki sekitar 10 menit untuk mencapai museum ini. Nuansa warna oranye nan berani menyambut kami di museum ini. Selain itu, ada tulisan "Oriental Museum" dengan warna latar merah berani di dalam bangunan museum.

Mom and Son time. The Oriental Museum has some spaces for children edutaiment.
Taken by Okky using Samsung NX500.

Cukup ramai pengunjung saat itu. Sebagian besar pengunjung adalah orang tua dan anaknya yang masih kecil. 
Quite lot of collection in this modern architecture museum.
Taken by Okky using Samsung NX500


Koleksi Oriental Museum ini bukan hanya barang - barang yang identik dengan Tiongkok, Korea, dan Jepang, melainkan juga, ada koleksi dari India, Timur Tengah, bahkan Asia Tenggara termasuk kerajinan kayu dari Bali. 

Di dalam museum juga ada ruangan khusus untuk tempat anak - anak belajar sambil bermain. Di salah satu sudut, ada mainan semacam Lego, yang bentuknya seperti Piramid Mesir.
Egyptian peasants in LEGO sized.
Taken by Okky using Samsung NX 500
Seusai melihat - melihat museum, kami berjalan lagi menuju Durham City Centre. Namun, kami memilih rute yang melewati kampus utama Durham. Nuansanya sangat berbeda dengan Kampus University of Glasgow.

One of the campus buildings in Durham University.
Captured by Okky using Samsung NX500. Retouched with Photoshop CS3.
Bangunannya berwarna cerah, dengan batu bata yang tidak besar - besar seperti umumnya bangunan bergaya Gothic dan Victorian di Glasgow maupun Edinburgh. Tapi, tetap saja ada kesamaan antara suasana kampus di Glasgow dan Durham: musim gugur. Pohon - pohon tidak ada lagi yang daunnya berwarna hijau. Kalau bukan tersisa ranting, daun - daun di pohon sekitar sudah berguguran dan tersisa daun berwarna kuning dan cokelat muda. 

Kami juga melihat perpustakaan Durham University. Bangunannya lebih moderen dan relatif luas. Sekitar 15 menit dari kampus, akhirnya kami tiba di City Centre. Rencananya, kami akan makan malam, karena waktu sudah mendekati jam setengah 5 sore. Matahari lebih cepat terbenam di musim gugur seperti ini. Waktu maghrib dimulai sekitar jam 5 sore.

Durham University's Praying Room. It was warm and neat.
Captured by Okky using Samsung NX500.

Nah, karena kafe yang kami tuju untuk makan malam belum buka, maka kami putuskan untuk mencari tempat shalat. Bukan masjid sih, lebih cocoknya disebut mushola. Mushola inipun sebenarnya fasilitas dari Durham University, tapi letaknya lebih dekat ke City Centre dibandingkan ke kompleks kampusnya sendiri.

Tempatnya hangat, sangat berharga bagi kami yang kedinginan karena hujan cukup deras membasahi Durham jelang matahari tenggelam.

Delicious date fruit from the praying room.
Captured by Okky using Samsung NX500.
Di mushola perempuan, kami juga dapat bonus Kurma. Menurut Mbak Dita, kurma ini adalah penganan wajib saat ada acara pengajian ataupun buka puasa bersama. Kurmanya enakkkkkkk. 

Road to Durham City Centre.
Taken by Okky using Samsung NX500 

Selepas shalat magrib, kami jalan - jalan ke salah satu sudut City Centre yang menjadi bagian dari Lumiere Festival. Instalasi pertama, adalah refleksi lampu dan tulisan "DREAM". Kedua, adalah bangunan tua yang cukup besar, yang disinari oleh lampu - lampu berwarna warni. Sayangnya, kami kurang bisa leluasa berfoto, karena hujan cukup deras. Sementara, kamera kami harus dilindungi sepenuh hati agar tidak rusak karena air hujan.
Colourful lights projection in one of the buildings in Durham City Centre.
Captured by Okky using Samsung NX500.
Saya sempat berani mengeluarkan kamera saat melewati bangunan cantik yang makin anggun saat ditembaki cahaya lampu warna - warni. Tapi karena hujan deras, saya cuma mengambil foto secukupnya saja sembari berusaha menutup badan kamera dengan jas hujan yang saya kenakan.

Perjalanan kami lanjutkan ke tempat makan. Akhirnya pilihan jatuh ke kafe kecil yang namanya "Pizza Uno". Tempat makan ini menunya halal. Menu utama adalah Pizza. Tapi saya memilih memesan kebab porsi besar untuk dibagi dua. Kami memesan tambahan bruchetta dengan topping tomat sebagai makanan penutup.

Big Size Kebab in Uno's Pizza, Durham City Centre.
Captured by Okky using Samsung NX500

Semua orang sudah kenyang, saatnya melanjutnya perjalanan. 
Kami menyusuri pinggiran sungai di dekat Durham Cathedral. Semakin dingin cuaca saat itu. Saya salah kostum. Saat itu saya pakai baju thermal, kemeja, rain coat, dan syal. Sehari sebelumnya, saat berangkat dari Glasgow ke Durham, saya mengenakan 3 baju termasuk thermal serta jaket Mountain Warehouse yang sebenarnya ada lapisan thermal-nya juga.

Waiting for the heart of the Lumiere show beneath the rain.
Captured by Okky using Samsung NX500.
Masih ada 1 jam lagi sebelum kami mengantre untuk masuk ke titik utama Lumiere Light Festival. Di perjalanan, kami sempat melihat instalasi lampu lainnya, yang juga peserta festival ini. Ada lampu - lampu neon putih yang bertuliskan "PARIS", ada instalasi lampu raksasa di atas aliran sungai, dan ada juga panggung pertunjukan drama untuk anak - anak. Selain itu, ada juga tumpukan neon dengan tali - tali seperti ubur - ubur. Pengunjung bisa menyalakan lampu - lampu dengan menarik "kaki ubur - ubur" ini. 


Read more:

- Durham Lumiere Festival [1] - Intro. (click here)
- Durham Lumiere Festival [2] - Acara Tak Terencana (click here)
- Durham Lumiere Festival [3] - Melihat Sebagian Durham. (click here)
- Durham Lumiere Festival [4] - Pertunjukan Puncak. (click here)

No comments: